Air terjun Blang Kolam

05.53 0

Air Terjun Blang Kolam memiliki ketinggian sekitar 75 meter. Terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Air Terjun Blang Kolam yang indah ini, tampak asri karena lokasinya yang masih di bawah rimbunnya pepohonan dan memiliki suasana hutan yang alami. Belum lagi ketika perjalanan menuju Air Terjun Blang Kolam ini, anda akan disuguhi dengan pemandangan dan suasana perdesaan yang menyejukkan mata.
Untuk mencapai lokasi Air Terjun Blang Kolam sebenarnya tidak sulit, cukup banyak jalur yang bisa ditempuh, bisa melalui Cunda kota Lhokseumawe, Kandang Aceh Utara atau kawasan Muara Satu kota Lhokseumawe.  Kondisi jalan menuju objek wisata Air Terjun Blang Kolam ini cukup terjal dan licin sehingga menjadi salah satu penghambat bagi pengunjung yang ingin menikmati objek wisata ini.  Petunjuk jalan ke lokasi Air Terjun Blang Kolam ada cukup jelas  sehingga memungkinkan tak harus banyak bertanya ke pada penduduk setempat.
Bagi yang menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan labi-labi  (jenis kendaraan tradisonal)  yang sering mangkal di Jalan Pase. Akan tetapi untuk saat ini jarang bisa ditemukan angkutan jenis tersebut.  Alternatif lain adalah dengan menggunakan angkutan berupa becak motor.  Ongkos becak motor ini dari pusat kota menuju Desa Sidomulyo berkisar Rp 15000-20000 sekali jalan


Sesampainya di tempar parkir kendaraan yang terletak di pinggir jalan Desa Sidodadi, ikuti jalan setapak berupa tangga yang berkelok-kelok menanjak dan menurun.  Jarak anak tangga ini ke lokasi air terjun sekitar 700 m.  Berhati-hati berjalan terutama di saat cuaca mendung atau baru turun hujan, anak tangga ini sangat licin untuk dilewati karena sudah berlumut.
Ketika anda memasuki gerbang, anda harus membayar uang sebesar Rp 2.000*) saja per orangnya untuk biaya kebersihan tempat wisata. Jadi, harganya tak terlalu mahal. Anda juga bisa menemukan beberapa penjual makanan dan minuman di lokasi Air Terjun Blang Kolam , sehingga anda tak perlu takut jika rasa lapar menggangu liburan anda di tempat ini.
 Fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap. Anda sudah bisa menemukan musholla dan toilet di tempat ini. Nah, jika anda butuh aliran listrik, misalnya untuk mengisi daya kamera atau handphone anda, jangan khawatir. Sudah ada aliran listrik yang bisa anda gunakkan untuk membuat liburan anda lebih nyaman dan menyenangkan. sayangnya objek wisata Air Terjun Blang Kolam belum dilengkapi sarana pendukung seperti Musholla, MCK, dan tali pembatas jalur.

Pulau Reusam

07.40 0

Pulau Reusam merupakan sebuah pulau kecil nan indah di seberang pesisir Pantai Barat Aceh. Pulau ini memiliki pantai dengan pasir putih yang bersih dan birunya laut yang jernih. Selain itu, Pulau Reusam juga memiliki keindahan bawah laut yang siapun tak akan menyangka keindahannya dan lokasi ini bahkan digadang-gadang akan menjadi tujuan wisata bahari alternatif di Aceh setelah Pulau Sabang. Selain pantai dengan pasir putih, sebagian lainnya dari Pulau Reusam dikelilingi oleh bukit bebatuan. Bebatuan ini menampilkan keindahan tersendiri untuk melengkap ikeindahan lainnya yang dimiliki oleh pulau ini. Susunan karang-karang  yang indah pada sisi lain pulau ini juga makin menambah daya tarik untuk tak melewatkan Pulau Reusam sebagai salah satu destinasi wisata akhir pekan.



Secara administratif, Pulau Reusam masuk dalam Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Jika Anda ingin mengunjungi pulau ini, Anda dapat menumpang kapal nelayan yang berangkat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Jika anda membawa kendaraan, anda dapat memarkirkannya di dalam area TPI. Tempat Pelelangan Ikan berada di kawasan rest area Rigaih Kabupaten Aceh Jaya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang ke Pulau Reusam dengan kapal nelayan hanya sekitar 15 menit. Jika anda melakukan perjalanan dari Kota Banda Aceh, memakan waktu kurang lebih 2,5 jam perjalanan darat untuk mencapai rest area ini, baru kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kapal nelayan.
Berwisata ke Pulau Reusam masih terhitung sangat murah, saat terakhir Rahjaroe mengunjungi pulau ini, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar 30 ribu rupiah per orang dan dibayarkan kepada pemilik kapal. Biaya tersebut sudah termasuk biaya antar jemput. Fasilitas yang ada di Pulau Reusam memang masih belum memadai untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Hanya terdapat satu sumur yang disekat dan digunakan sebagai tempat membilas setelah berenang di laut, dan juga satu buah gazebo yang digunakan sebagai mushalla. Namun seiring waktu, Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Jaya berniat untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Pulau Reusam. Hal tersebut terbukti dengan telah dibukanya penyeberangan 24 jam dari dan ke Pulau Reusam. Hal ini memungkinkan wisatawan apabila hendak bermalam dengan berkemah di Pulau Reusam. Perlahan fasilitas penunjang sebagai tempat wisata akan terus dibangun demi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Reusam.
Bagaimana, apakah sahabat Aceh explore tertarik untuk mengunjungi Pulau Reusam? Hal terpenting yang harus diingat ketika berwisata ke alam terbuka adalah nikmatilah keindahan alam tanpa merusak kelestariannya. Salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena itu gak asik!

Mari piknik biar asik!

Lhok keutapang Pantai tersembunyi Di Aceh

21.06 0

Aceh punya banyak pantai cantik yang tersembunyi. Satu yang jadi referensi adalah Lhok Keutapang di Aceh Besar. Perjuangan untuk menuju pantai ini pun sepadan dengan keindahan yang ditawarkan.Aceh besar merupakan salah satu kabupaten di provinsi yang berada di ujung barat pulau Sumatera. Aceh besar berdekatan lansung dengan ibukota Aceh. Aceh barat memiliki potensi alam yang luar biasa baik yang ada di daratan maupun di lautan.Kalau permasalahan potensi wisata alam, lebih-lebih wisata bahari maka Aceh besar punya peringkat dalam hal itu. Sebut saja pantai Lampuuk di kecamatan Lhoknga, pantai dengan pasir putihnya yang selalu ramai di kunjungi wisatawan lokal bahkan wisatawan manca negara. Tidak hanya itu, panorama daratan dan pegunungan juga tidak kalah dengan daerah-daerah yang lain.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menukilkan keindahan sebuah pantai di Aceh besar yang berada di balik perbukitan. Mungkin bagi sebagian orang tidak yang berada di Banda Aceh dan sekitaran Aceh besar tidak asing dengan pantai tersebut dan juga sudah banyak yang menuliskan sehingga sudah banyak bertebaran di Google.Pantai Lhok Keutapang begitulah orang-orang menyebutnya. Pantai yang yang berada di kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar ini banyak orang menyebutnya dengan pantai yang tersembunyi di Aceh Besar.


Bisa jadi adanya sebutan tersebut karena memang untuk mencapai pantai ini diperlukan usaha dan keinginan yang kuat karena letaknya di balik bebukitan, sehingga siapa saja yang ingin ke pantai Lhok Keutapang harus mendaki Bukit yang terjal dan akan menguras tenaga.
Namun, bagi anda yang suka berpetualang hal tersebut bukan suatu masalah ketimbang pengalaman dan kepuasan yang akan didapatkan bila sampai ke pantai Lhok Keutapang.Pantai Lhok Keutapang berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari kota Banda Aceh dengan laju kendaraan sedang. Jika dari pusat kota banda Aceh, maka arah yang bisa Anda tempuh adalah arah ke pelabuhan Ule Lheue. Selain itu, ke pantai Lhok Keutapang bisa ditempuh juga dari arah Lhoknga dan Lampuuk.
Setelah Anda memarkirkan kendaraan di pekarangan peternakan yyam. Bila Anda baru pertama kali tidak perlu khawatir karena penjaga di peternakan itu sudah paham jika sudah masuk ke pekarangan peternakan itu. Anda hanya perlu merogeh kantong Rp 5.000 per unit sepeda motor.
Nah, sekarang saatnya menyiapkan tenaga yang ekstra, karena perjalanan ke pantai Lhok Mata Ie akan segera dimulai. Anda harus berjalan sekitar 2 menit untuk menuju ke titik awal menuju ke pantai Lhok Keutapang.Titik awal yang dimaksud berada di sebuah kawasan rumah penduduk. Dari titik ini perjuangan yang sesungguhnya akan segera dimulai. Perjalanan dimulai dari dekat sebuah mushala yang sepertinya sudah dipakai lagi.Tepatnya di samping mushalla itu ada jalan menuju ke pantai Lhok Keutapang. Awalya kita akan melintasi kebun milik warga yang dipenuhi dengan pohon cengkeh dan pohon lainnya.Sedikit demi sedikit jalur mulai mendaki dan terus saja mendaki. Bagi anda yang baru pertama kali ke pantai Lhok Keutapang tidak perlu khawatir bila takut tersesat, karena jalurnya sudah ditandai dan tidak ada jalur yang bercabang-cabang.

Keringat dan suara nafas orang capek akan mewarnai anda dalam perjalanan ke Lhok Keutapang. Perjalanan diawal hanya mendaki dan terus mendaki dan juga berharap cepat sampai ke Puncak Bukit. Perjalanan anda akan berhenti bila sudah sampai di kebun cabe milik warga.Anda harus memasuki area kebun cabe itu dan mengikuti petunjuk yang dipancang di kebun tersebut. Berhati-hatilah mendaki di area kebun tersebut karena kemiringan bukit yang curam.
Setelah meninggalkan kebun cabe itu perjalanan dilanjutkan dengan mendaki. Pemandangan hutan dengan segala isinya silahkan Anda nikmati. Hutan yang bisa dikatakan masih lebat menemani kita ke pantai Lhok Keutapang. Perjalan mendaki akan segera berakhir karena sudah mulai sampai ke puncak bukit.


Sekarang ini perjalanan yang Anda lalui adalah turunan-turunan yang lumayan curam sehingga anda harus berhati-hati. Nantinya anda akan melalui sebuah  aliran sungai kecil. Ada baiknya anda mengambil air itu untuk keperluan memasak di pantai Lhok Keutapang nantinya karena disananya tidak ada air tawar.Perjalanan ke Lhok Keutapang tidak lama lagi akan segera sampai bila Anda sudah mendengar deburan ombak pantai dan suara mesin perahu nelayan. Bila sudah mau sampai ke pantai Lhok Keutapang maka Anda akan disambut oleh padang ilalang yang ketinggiannya 1 meter lebih.Panorama laut ditambah pula dengan kesunyian yang tidak seperti pantai biasanya, menjadi kelebihan tersendiri buat Pantai Lhok Keutapang. Perjalanan ke Lhok Keutapang berkisar antara 2 jam sampai 3 jam, tergantung kecepatan Anda melangkahkan kaki di rimba yang disebutkan di atas.

Museum Tsunami Aceh

00.38 0


Tidak lengkap rasanya, kalau berkunjung ke Aceh tanpa mengunjungi Museum Tsunami Aceh, begitu masuk ke dalam Museum Tsunami Aceh, anda serasa memasuki lorong gelap gelombang tsunami dengan ketinggian 40 meter dengan efek air jatuh. Setelah melewati tempat ini, puluhan standing screen menyajikan foto-foto pasca tsunami berupa kerusakan dan kehancuran serta kematian, yang penuh dengan gambar korban dan gambar pertolongan terhadap mereka. Di Museum Tsunami Aceh anda juga akan memasuki “Ruang Penentuan Nasib” atau “Fighting Room”, sering disebut juga The Light of God. Ruangan ini berbentuk seperti cerobong semi-gelap dengan tulisan Allah dibagian puncaknya. Hal ini direfleksikan dengan perjalanan memutar keluar dari cerobong tersebut menuju Jembatan Harapan (Hope Bridge). Ketika mencapai jembatan ini, para survivor melihat bendera 52 negara, seakan mereka mengulurkan bantuan untuk mereka. Melalui jembatan ini, seperti melewati air tsunami menuju ke tempat yang lebih tinggi. Museum Tsunami Aceh anda juga akan di sambut dengan pemutaran film tsunami selama 15 menit dari gempa terjadi, saat tsunami terjadi hingga saat pertolongan datang. Naik ke lantai tiga dari Museum Tsunami Aceh, disana terdapat bermacam-macam sarana pengetahuan gempa dan tsunami berbasis iptek. Diantaranya sejarah dan potensi tsunami di seluruh titik bumi, simulasi meletusnya gunung api di seluruh Indonesia, simulasi gempa yang bisa disetel seberapa skala richtel yang kita mau dan kalau beruntung anda juga bisa “ikut menikmati” simulasi 4D (empat dimensi) kejadian gempa dan tsunami. Selain itu juga di Museum Tsunami Aceh juga terdapat desain ideal rancangan tata ruang bagi wilayah yang punya potensi tsunami.