Air Terjun Peukan Biluy

08.49
Aceh Besar memiliki berbagai keindahan alam yang dapat dipromosikan sebagai obyek wisata alam, air terjun yang bersumber dari hulu sungai Seunong Bate Doeng, adalah salah satunya.
Lokasi Air Terjun terletak kurang lebih 22 Km dari Kota Banda Aceh, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Untuk fasilitas angkutan umum menuju tempat ini belum ada, kecuali hanya sampai di simpang empat desa biluy (masih berjarak sekitar 3 Km dari air terjun) dan meneruskan menggunakan jasa ojek (di Aceh disebut RBT). Jangan lupa di simpang empat ini membeli bekal atau jajanan, karena di lokasi masih jarang tempat berjualan makanan minuman.Perjalanan dari kota Banda Aceh menuju lokasi air terjun cukup mengasyikan, kita akan disuguhi pemandangan desa-desa dan areal persawahan yang menghampar, belum lagi background alam berupa jajaran bukit barisan yang menjulang bagai pagar dilihat dari kejauhan.
Dilokasi sendiri, pengunjung akan disuguhkan suasana dan pemandangan alam yang indah dan natural. Jika ingin lebih berkesan lagi, bisa naik tangga keatas bukit, sekitar 50 Meter dapat kita jumpai sebuah padang rumput kecil yang oleh masyarakat lokal disebut rimbun asmara. Namun perlu diingat, sesuai perda syariah islam yang berlaku di propinsi Aceh, Dilarang keras untuk berbuat hal-hal yang melanggar kaidah dan norma-norma islam, seperti “mojok” berduaan antara lelaki dan perempuan yang bukan pasangan syah.

Berada di Air Terjun, pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan air terjun dan kolamnya, tapi juga memancing. Lokasi yang pas untuk memancing berada sekitar 50 meter ke bawah hilir. Terdapat sebuah sungai kecil (alur) sedalam 2-3 meter yang menjadi ”istana” berbagai jenis ikan air tawar, seperti Mujahir, sepat, gabus, lele, belut bahkan ikan keurling pernah ditemukan disini. Untuk umpan memancing, gali saja sedikit tanah sekitar lokasi, maka akan berhamburan cacing umpan kesukaaan ikan air tawar. Bila ‘elergi’ cacing, tangkap saja belalang yang hinggap di daun, itu juga santapan favorit ikan.

Kolam Peukan Biluy konon berasal dari legenda tua tentang kerajaan Biluy. Putri kesayangan raja yang bernama Putri Hainunim, sangat suka bermain di kolam perbukitan dekat istanannya itu. Hampir setiap hari sang putri berada di kolam tersebut. Sampai akhirnya sang putri ini meminta kepada ayahnya agar membiarkan pemandiannya tetap alami. Demikian kisah awal keberadaan pemandian air terjun di kerajaan kecil bernama Biluy. Meski kerajaan yang tunduk di bawah Sultan Alaidin Mahmud Daud Syah ini sudah tiada lagi, namun keasrian kolam seluas 10 x 8 meter itu masih terpencar hingga kini dan mampu ”membius” siapa pun yang mengunjunginya menjadi betah berlama-lama menikmati keindahan kolam tersebut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »